IAPI MINTA AKUNTAN PUBLIK UNTUK TIDAK MENCANTUMKAN IDENTITASNYA DALAM SAMPUL LAPORAN KEUANGAN AUDIT

Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) meminta kepada Akuntan Publik/Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk tidak mencantumkan identitasnya dalam sampul laporan keuangan yang telah diaudit. Demikian disampaikan oleh Ketua IAPI pada saat membuka acara rapat kerja tahunan kepengurusan IAPI di Jakarta, Rabu 27 Januari 2016. “Ada beberapa pertimbangan yang menyebabkan Akuntan Publik tidak mencantumkan identitasnya dalam laporan keuangan yang telah diaudit. Pertama, laporan keuangan adalah milik entitas, milik kliennya, bukan milik atau diterbitkan oleh KAP. Alasan kedua adalah bahwa tanggung jawab penyusunan dan penerbitan laporan keuangan termasuk menyampaikan kepada pihak-pihak lain merupakan tanggung jawab direksi perusahaan, bukan tanggung jawab KAP”, demikian pertimbangan yang disampaikan Tarko pada saat memberikan paparan dalam raker yang dihadiri oleh seluruh anggota Pengurus, anggota Pengawas, anggota komite/dewan serta kordinator wilayah yang ada di IAPI.

 

Tarko memaparkan bahwa selama ini laporan keuangan yang telah diaudit seringkali terbit dengan menggunakan sampul dari KAP.  Banyak alasannya diantaranya karena aspek pemasaran atau agar pengguna lebih yakin bahwa laporan keuangan tersebut telah diaudit. Namun praktik tersebut tidak tepat, karena penggunaan sampul KAP pada laporan keuangan akan dipersepsikan oleh publik bahwa laporan keuangan itu milik KAP.

 

“Pengguna laporan keuangan seringkali menganggap bahwa laporan keuangan Audit itu diterbitkan oleh KAP, ini diantaranya karena penggunaan sampul tersebut.  Ini menyebabkan risiko bagi Akuntan Publik meningkat. Sepertinya perihal penggunaan sampul tersebut merupakan hal yang sepele. Namun ternyata persepsi pengguna seperti itu,  meskipun dalam laporan keuangan Audit telah disertai dengan surat pernyataan tanggung jawab oleh pimpinan perusahaan dan terdapat persetujuan pimpinan perusahaan”, ujar Tarko lebih lanjut dalam menjelaskan permintaan tersebut. Sebelumnya melalui Komite Asistensi dan Implementasi Standar Profesi, IAPI telah menerbitkan produk berupa Tanya Jawab yang menjelaskan tentang pencantuman identitas Akuntan Publik dalam laporan keuangan Audit kliennya. Produk Tanya Jawab tersebut akan disebarluaskan kepada para pemangku kepentingan profesi Akuntan Publik supaya dapat memahami, demikian akhir penjelasan Tarko dalam kesempatan tersebut.

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat